Wednesday, February 16, 2011

Ancaman Pertahanan Indonesia

Ancaman Pertahanan Indonesia
Oleh David Raja Marpaung S.IP M.Def
“Pertahanan negara diselenggarakan melalui usaha membangun dan membina
kemampuan, daya tangkal negara dan bangsa, serta menanggulangi setiap ancaman”
(Pasal 6 Bab III, UU No. 3/2002 tentang Pertahanan Negara)

Perkembangan kondisi keamanan domestik, setidaknya patut dipahami bahwa masalah keamanan telah mengalami perubahan yang mendasar. Karena itu, sumber ancaman (source of threat) terhadap apa yang selama ini dikenal sebagai “keamanan nasional” pengertiannya menjadi semakin luas, bukan hanya meliputi ancaman dari dalam (internal threat) dan atau luar (external threat), tetapi juga ancaman azymutal yang bersifat global tanpa bisa dikategorikan sebagai ancaman luar atau dalam. Seirama dengan itu, watak dan wajah ancaman juga berubah multi dimensional. Penyebab  konflik menjadi, semakin majemuk dan tidak bisa semata-mata dibatasi sebagai ancaman militer.
            secara umum keamanan domestik saat ini banyak diwarnai dengan konflik sosial dan politik baik secara horizontal maupun vertikal yang diawali oleh adanya faktor ekonomi, dimensi sosial politik dan keamanan lainnya

Dimensi Ekonomi
1.    Ketidakadilan dalam distribusi atau pemerataan hasil pembangunan
2.    Perebutan Sumber Daya Daerah terkait dengan isu otonomi daerah
3.    Kesenjangan Ekonomi yang begitu besar
4.    Investasi asing yang hanya menguntungkan segelintir pihak
5.    Persoalan Krisis Moneter

Dimensi Sosial
1.    Isu SARA masih menjadi permasalahan utama di masyarakat
2.    Euforia terhadap demokrasi yang berlebihan
3.    Tingkat Pendidikan yang masih rendah
4.    Memudarnya solidaritas berbangsa
5.    Korban Bencana Alam

Dimensi Politik
1.    Perebutan kekuasaan yang tidak sehat
2.    Pertentangan antar lembaga di pemerintahan
3.    Konflik anta relit politik
4.    Ketidakpercayaan terhadap pemimpin dan pemerintah
5.    Status Quo oleh pihak-pihak yang diuntungkan dengan pemerintah yang KKN

Dimensi Pertahanan Keamanan
1.    Separatisme di berbagai daerah
2.    Aksi terorisme
3.    Kejahatan trans-nasional
4.    Pengamanan wilayah perbatasan









            Keempat dimensi tersebut saling berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap dimensi lainnya yang menimbulkan ancaman pada keamanan nasional. Akan tetapi, satu permasalahan dalam satu dimensi juga akan mempengaruhi masalah lainnya dalam dimensi tersebut.

Contoh permasalahan antar  dimensi:
Penerimaan bagi hasil dari investasi asing yang tidak adil menimbulkan ketidakadilan distribusi hasil pembangunan. Hal ini tentunya akan menimbulkan gap atau kesenjangan yang semakin besar antara si kaya dan si miskin. (Dimensi Ekonomi)
Efek dimensi ekonomi ini adalah adanya ketidak puasan pada masyarakat yang kemudian menuntut memisahkan diri dari Republik Indonesia, seperti di Aceh dan Papua. (Dimensi Pertahanan Keamanan)
Di tingkat pusat, antara Presiden dan DPR saling menyalahkan atas konstelasi politik yang semakin memanas. Presiden melihat ini sebagai kesalahan DPR sebagai pembuat Undang Undang. Sedangkan DPR menyalahkan Presiden sebagai pelaksana kebijakan. (Dimensi Politik)
Konflik di tingkat pimpinan ini menyebabkan runtuhnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mereka. Mereka kemudian menjadi acuh terhadap permasalahan bangsa dan Negara, sehingga solidaritas di dalam masyarakat kian memudar. (Dimensi Sosial)



 Permasalahan Inter Dimensi

Dimensi Ekonomi
Krisis moneter menyebabkan pemerintah berfokus hanya mendapatkan penerimaan sebsar-besarnya. Pemerintah kemudian berusaha mengeksploitasi kekayaan alam daerah dengan mengundang pihak asing. Tetapi, pemerintah dan masyarakat setempat tidak mendapatkan hasil bagi keuntungan perusahaan secara adil, sebagian besar masih diambil pemerintah pusat. Kembali terjadi lagi kesenjangan pusat-daerah. Hal ini kembali memperuncing isu perebutan kekayaan daerah oleh tiap kabupaten/kota.

Dimensi Pertahanan Keamanan
Indonesia  memiliki daerah yang sangat luas sehingga daerah perbatasan menjadi sangat rawan dan sulit terkontrol. Sementara itu kemampuan TNI dalam mengamankan wilayah perbatasan sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan banyaknya pelaku kejahatan trans nasional yang memanfaatkan kondisi ini. Permasalahan lain adalah transfer senjata gelap yang digunakan para teroris melalui jalur perbatasan karena penjagaan yang sangat kurang.

Dimensi Politik
Euforia politik menyebabkan jumlah partai politik terlalu banyak, hal ini mengakibatkan perebutan kekuasaan yang tidak sehat. Hal ini tercermin pada saat kampanye. Parhanya, hal ketidakdewasaan berpolitik tidak hanya terjadi di kalangan rakyat biasa (grassroad), namun juga terjadi di tingkat elit.  Hal ini diperparah di tingkat pemimpin, ketika Presiden dan DPR saling berebut pengaruh dalam membuat suatu kebijakan, bukannya saling bersinergi.

Dimensi Sosial
Isu Suku, Agama, Ras, dan Golongan masih merupakan masalah besar di Indonesia. Kasus Poso, Ambon, Kalimantan merupakan contoh dari konflik etnis di Indonesia. Banyaknya konflik yang dilandasi SARA mengakibatkan runtuhnya solidaritas sebagai sesame anak bangsa, bahkan benih-benih kebencian kian terpendam. Bentuk lain dari runtuhnya solidaritas social adalah ketidak pedulian terhadap saudara kita yang terkena bencana, sepeti Lumpur Sidoarjo. Hanya sedikit dari akyat Indonesia yang turun langsung untuk menolong mereka. Begitu juga korban bencana gempa bumi seperti di Papua, Nias, yang tidak mendapat perhatian besar dari sesama Bangsa Indonesia.

No comments:

Post a Comment